Shalehudin – Hafiz Tunanetra yang Jadi Imam Tarawih

Shalehudin – Hafiz Tunanetra yang Jadi Imam Tarawih

124
0
BERBAGI

Kumparan – Kuningan, Jawa Barat adalah kampung halaman dari gubernur DKI Jakarta terpilih; Anies Baswedan. Dan pada lebaran 1 Syawal 1438 H., Anies sempat mudik dan menyisakan sebuah cerita.

Melansir headline dari Kumparan disebutkan bahwa Anies berbagi cerita soal pertemuannya dengan seorang pria berusia 23 tahun yang tunanetra namun dia seorang hafiz (hafal Alquran) saat mudik. Cerita yang diungkapkan langsung via sosial media Instagram oleh pak Anies ini cukup menginspirasi.

“Namanya Shalehudin. Usianya 23 tahun. Ia tunanetra sejak lahir. Ia hafiz Al-Qur’an. Ia imam salat tarawih kami di Masjid Agung Syiarul Islam, Kuningan,” ucap Anies berbagi di akun Instagramnya @aniesbaswedan, Selasa (20/6).

Anies merasa tenang saat mendengarkan lantunan ayat suci yang dibawakan oleh Shalehudin. Selain itu Anies menyampaikan bahwa cara membacanya terbilang tartil (perlahan dan sesuai ketentuan) ketika Shalehudin menjadi imam salat, “Suaranya jernih. Sejuk mendengarnya,” ujar kata Anies.

Padahal Shalehudin adalah seorang tunanetra, namun dia hafal seluruh isi Alquran. “Ia membaca dengan hati. Allah takdirkan kebahagian dengan menjadi Alquran berjalan,” tambah Anies.
Lalu mantan menteri pendidikan dan kebudayaan memiliki kriteria dan semoga pahala akan terus mengalir pada orang tuanya yang diamanati Allah seorang Shalehudin. Juga aliran pahala bagi guru-gurunya yang mendidik dan membimbing Shaleh hingga bisa berdiri di depan mihrab mengimami ribuan orang dalam sebuah jamaah yang khusyuk,” ucap Mantan Mendikbud itu.
Anies Baswedan bersama dengan Shalehudin – Hafiz Tunanetra yang Jadi Imam Tarawih [internet]

Shalehudin – Hafiz Tunanetra yang Jadi Imam Tarawih

Melanjutan postingannya di Instagram, Anies berpesan, “Namanya Shalehudin berumur 23 tahun. Ia tuna netra sejak lahir. Ia hafidz Quran. Ia imam sholat tarawih kami di Masjid Agung Syiarul Islam, Kuningan. Bacaannya tartil, suaranya jernih, sejuk mendengarnya.” 
“Meskipun tuna netra, Salehudin hafal seluruh isi Alquran; ia membaca dengan hati. Allah takdirkan kebahagian dengan menjadi Alquran berjalan,” terang Anies.
  
Tahun depan Shaleh berencana kuliah di PTIQ. Semoga saja kejernihan terus menuntun perjalanan pemuda asal Kuningan ini. Dan semoga pahala akan terus mengalir pada orang tuanya yang diamanati Allah seorang Shalehudin. 
Begitu pun dengan aliran pahala bagi guru-gurunya yang mendidik dan membimbing Shaleh hingga bisa berdiri di depan mihrab mengimami ribuan orang dalam sebuah jamaah yang khusyuk. [w3/07-kum]

sumber Shalehudin – Hafiz Tunanetra yang Jadi Imam Tarawih: KUMPARAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY