7 Alat Ukur Kebahagiaan di Dunia

7 Alat Ukur Kebahagiaan di Dunia

203
0
BERBAGI

Berbicara kebahagiaan, di Bandung walikota Ridwan Kamil tidak jarang mengkampanyekan Indeks Kebahagiaan Warga yang tinggal di Bandung khususnya di kota – wilayah yang dikelolanya.

Melansir dengan apa yang ditulis oleh portal berita Pikiran Rakyat disebutkan bahwa menjadi kota yang Islami, Bandung secara berkesinambungan berusaha memaksimalkan pelayanan di bidang keagamaan, salah satunya adalah mendengarkan tausiah yang dilakukan bukan di tempat ibadah melainkan dalam bus damri atau bis kota.

Pemerintah Kota Bandung berkolaborasi dengan Perum Damri serta Yayasan Amal Terbaik membentuk gerakan Dai Bus Kota secara resmi pada awal tahun 2017. Dai bus kota ini adalah pelayanan siraman rohani dengan untuk penumpang di bus.

Dai Bus Kota memiliki tujuan agar selama di dalam perjalanan tidak bosan. Umumnya di dalam kendaraan umum yang didengar itu musik. Dengan program Dai Bus Kota, musik diganti menjadi dakwah tujuannya agar penumpang merasakan suasana yang baru sepanjang perjalanan.

Karena Dai Bus Kota ini dilakukan saat kendaraan bergerak, cara penyampaian dakwahnya pun diatur dalam durasi yang singkat. Pendakwah dituntut mampu memberikan tausiah yang singkat padat serta mudah dipahami.

Untuk program Dai Bus Kota ini Perum Damri Kota Bandung mengoperasikan bis damri sebanyak 175 unit. Bis pun ditata dengan baik; ruang tausiah yang nyaman agar penceramah menyampaikan nilai-nilai keislaman dengan leluasa.

Dai bus kota beroperasi di trayek-trayek sebanyak 15 unit dan 20 unit dengan jumlah dai sebanyak 39 orang. Jadwalnya tausiah dilakukan setiap hari,hanya saja waktunya tidak ditentukan bisa saja pagi, siang atau sore hari.

7 Alat Ukur Kebahagiaan di Dunia
[internet]

7 Alat Ukur Kebahagiaan di Dunia

Itulah salah satu usaha pemerintah kota Bandung dalam mencapai indeks kebahagiaan terbaik. Dan menyoal kebahagiaan, berikut ini 7 Alat Ukur Kebahagiaan di Dunia yang sudah tertulis dalam Alquran.
  1. Qolbun Syakirun (hati yang selalu bersyukur). Artinya selalu menerima apa adanya (qona’ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress, inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur.(QS 13:28, 2:152, 16:18, 34:14, 55:13, 14:7).
  2. Al-azwaju Shalihah (pasangan hidup yang sholeh). Pasangan hidup yang sholeh akan menciptakan, suasana rumah dan keluarga yg sholeh pula(QS 51:49, 17:32, 24:32, 24:26).
  3. Al-auladul Abrar  (anak yang sholeh atau sholehah). Do’a anak yang sholeh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Allah SWT, berbahagialah orang tua yang memiliki anak sholeh/sholehah.(QS 17:23, 31:14, 46:15, 29:8, 25:74).
  4. Al-baiatu Sholihah (lingkungan yang kondusif untuk iman kita). Rasulullah menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang sholeh yang selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan bila kita salah.(QS 4:69, 51:55, 26:214, 5:2).
  5. Al-malul Halal (harta yang halal). Bukan banyaknya harta tapi halalnya harta yang dimiliki. Harta yang halal akan menjauhkan setan dari hati. Hati menjadi bersih, suci dan kokoh sehingga memberi ketenangan dalam hidup. Berbahagialah orang yang selalu dengan teliti menjaga kehalalan hartanya.(QS 2:267, 43:36-37, 2:269, 2:155).
  6. Tafakuh Fiddien (semangat untuk memahami agama). Dengan belajar ilmu agama, akan. semakin cinta kepada agama dan semakin tinggi cintanya kepada Allah SWT dan Rasulnya. Cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hatinya.(QS 45:20, 3:138, 5:16, 4:174, 2:269). 
  7. Umur Yang Barokah. Artinya umur yang semakin tua semakin sholeh, setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Semakin tua semakin rindu untuk bertemu dengan Sang Pencipta. Inilah semangat hidup orang2 yang barokah umurnya. (QS 2:96, 35:37, 36:68, 225). [w2/08-ini]

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY